Sistem kepemimpinan pada Program Studi Teknik Sipil, seperti juga yang terdapat pada Universitas Bina Darma diatur secara berjenjang dengan tugas dan tanggung jawab, seperti yang diatur dalam Statuta Universitas Bina Darma.

  1. Ketua Program Studi sebagai jenjang kepemimpinan tertinggi pada Program Studi Teknik Sipil mempunyai kewenangan atau otoritas penuh dalam pengelolaan akademik program studi dan layanan administratif yang dibantu oleh Pusat Pelayanan Mahasiswa (PPM).
  2. Untuk pengelolaan non-akademik misalnya keuangan, pengembangan infrastruktur, kepegawaian, dan lain-lainnya dikelola secara terpusat oleh Rektor Universitas Bina Darma dan Biro/Unit dibawahnya serta Yayasan Pendidikan Bina Darma. Hal ini membuat Ketua Program Studi dapat mengambil keputusan dengan cepat, tepat, dan tidak melanggar kaidah-kaidah yang telah ditentukan.
  3. Dalam lingkungan Program Studi Teknik Sipil, mekanisme kerja antar Ketua Program Studi, dosen, dan tenaga kependidikan telah diatur dalam tatalaksana kerja yang mengacu kepada peraturan kepegawaian karyawan Universitas Bina Darma.
  4. Ketua Program Studi secara menyeluruh bertanggung jawab atas perkembangan program pendidikan dan memfokuskan pada urusan berkomunikasi dengan institusi lain dalam rangka kerja sama dan dengan masyarakat luas dalam rangka membangun pencitraan Program Studi.
  5. Adapun urusan internal yang meliputi sistem layanan, baik akademik maupun non akademik, dilakukan oleh Ketua Program Studi, unit pengajaran, PPM, UPT-SIM sesuai dengan tugas masing-masing bagian.

Selama ini kepemimpinan di Fakultas Teknik Universitas Bina Darma dan Program Studi Teknik sipil telah memenuhi persyaratan sebagai kepemimpinan operasional, kepemimpinan organisasional, dan kepemimpinan publik.

Kepemimpinan Operasional, ditunjukkan dengan kemampuan pemimpin untuk menerjemahkan semua kebijakan berdasar kepada Standar mutu hingga di tingkat organisasi paling bawah sehingga kebijakan tersebut dapat dioperasionalisasikan dengan sangat baik. Program studi menjalankan semua kebijakan berdasarkan standard operating procedure yang sudah dibakukan oleh pihak penjaminan mutu. Dalam setiap kegiatan dilakukan tahapan Plan, Do, Check, Action.

  1. Ketua Program Studi membuat perencanaan baik itu dalam bentuk rencana jangka panjang dan rencana kegiatan dan anggaran tahunan (RKAT).
  2. Menjalankan koordinasi dalam kegiatan pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat dilingkungan Program Studi Teknik Sipil.
  3. Melaksanakan strategi-strategi untuk pencapaian peningkatan mutu dengan berkoordinasi dengan unit penjaminan mutu internal program studi dalam memantau kegiatan tridarma pada Program Studi Teknik Sipil.
  4. Aksi berupa perbaikan yang dilakukan jika terdapat kendala dalam pencapaian mutu tahunan.
  5. Ketua Program Studi mampu mendefenisikan visi, misi dan tujuan program studi dalam bentuk program-program kerja yang mengacu pada visi, misi dan tujuan program studi.
  6. Ketua Program Studi menerapkan empat elemen manajerial yaitu perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi serta perbaikan.

Kepemimpinan organisasi, setiap unit pimpinan di Fakultas Teknik telah memahami dan mampu melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sesuai dengan tata kerja organisasi yang telah ditetapkan. Hal ini tercermin dari kredibilitas, prestasi, dan inovasi yang telah dicapai Program Studi Teknik Sipil. Dalam pelaksanaan program kerja dan kegiatan yang ada di program studi selalu mengacu pada struktur organisasi, prosedur dan kebijakan yang ada di institusi. Ketua Program Studi menerapkan empat elemen manajerial yaitu perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi serta perbaikan.

Kepemimpinan publik, diwujudkan dengan ketokohan dan pengaruh Ketua dan dosen Program Studi Teknik sipil di tengah masyarakat Sumatera Selatan khususnya, dan keberhasilan membawa Program Studi Tenik Sipil bekerjasama dengan berbagai institusi pemerintah dan swasta, baik lokal, regional, maupun internasional.